Bacaan Liturgi Hari Ini untuk Perayaan Nama Yesus yang Tersuci
Hari ini, umat Katolik merayakan hari ke-10 setelah Natal dan perayaan Nama Yesus yang Tersuci. Pada perayaan ini, para imam mengenakan warna liturgi putih sebagai simbol kebersihan dan kesucian. Bacaan-bacaan liturgi yang disiapkan untuk hari Sabtu 3 Desember 2026 mencakup berbagai kitab suci yang mengingatkan umat akan kasih Allah dan pentingnya hidup benar.
Bacaan Pertama: Surat Yohanes Pertama 2:29 – 3:6
Surat Yohanes Pertama memberikan pengajaran tentang kebenaran dan kesucian. Dalam bacaan ini, penulis menekankan bahwa siapa pun yang berbuat kebenaran pasti lahir dari Tuhan. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan tentang bagaimana umat percaya harus menantikan kedatangan Kristus dan menjaga kesucian diri.
-
Yohanes 2:29
Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. -
Yohanes 3:1
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. -
Yohanes 3:2
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. -
Yohanes 3:3
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. -
Yohanes 3:4
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. -
Yohanes 3:5
Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. -
Yohanes 3:6
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 98:1, 3cd-4, 5-6
Mazmur ini menyampaikan pujian kepada Tuhan atas karya-karya-Nya yang ajaib. Mazmur ini juga mengajak seluruh bumi untuk bersorak-sorai dan bermazmurlah bagi Tuhan.
-
Mazmur 98:1
Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. -
Mazmur 98:3
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. -
Mazmur 98:4
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! -
Mazmur 98:5
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, -
Mazmur 98:6
dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!
Injil Katolik: Yohanes 1:29-34
Injil Yohanes mengisahkan perjumpaan Yohanes Pembaptis dengan Yesus. Dalam bacaan ini, Yohanes menyaksikan Roh Kudus turun seperti merpati dan memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah Anak Allah.
-
Yohanes 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." -
Yohanes 1:30
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. -
Yohanes 1:31
Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." -
Yohanes 1:32
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya." -
Yohanes 1:33
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus." -
Yohanes 1:34
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Bacaan Kitab Perjanjian Lama: Kidung Agung 5:2-6:2
Kitab Kidung Agung mengisahkan cinta antara Sang Pengantin dan Sang Kekasih. Bacaan ini menggambarkan kerinduan dan kesedihan Sang Pengantin yang mencari kekasihnya.
-
Kidung Agung 5:2
Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!" -
Kidung Agung 5:3
"Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?" -
Kidung Aguang 5:4
Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. -
Kidung Agung 5:5
Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu. -
Kidung Agung 5:6
Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. -
Kidung Agung 5:7
Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok. -
Kidung Agung 5:8
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! -
Kidung Agung 5:9
?Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini? -
Kidung Agung 5:10
?Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang. -
Kidung Agung 5:11
Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak. -
Kidung Agung 5:12
Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh. -
Kidung Agung 5:13
Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah, petak-petak rempah-rempah akar. Bunga-bunga bakung bibirnya, bertetesan cairan mur. -
Kidung Agung 5:14
Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata Tarsis, tubuhnya ukiran dari gading, bertabur batu nilam. -
Kidung Agung 5:15
Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya seperti gunung Libanon, terpilih seperti pohon-pohon aras. -
Kidung Agung 5:16
Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. -
Kidung Agung 6:1
?Ke mana perginya kekasihmu, hai jelita di antara wanita? Ke jurusan manakah kekasihmu pergi, supaya kami mencarinya besertamu? -
Kidung Agung 6:2
?Kekasihku telah turun ke kebunnya, ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun dan memetik bunga bakung.