Kondisi Dinda Hauw yang memicu hipnoterapi terungkap setelah 4 tahun pernikahan

Erlita Irmania
0
Kondisi Dinda Hauw yang memicu hipnoterapi terungkap setelah 4 tahun pernikahan

Dinda Hauw dan Rey Mbayang: Perjalanan Pernikahan yang Penuh Pelajaran

Pernikahan antara Dinda Hauw dan Rey Mbayang telah memasuki tahun keempat. Meski terlihat harmonis dan penuh cinta, keduanya mengakui bahwa tidak selalu mulus. Salah satu tantangan besar yang mereka hadapi adalah rasa cemburu dan posesif yang sempat muncul di awal pernikahan.

Dinda Hauw mengungkapkan bahwa pada awal pernikahannya, ia merasa takut dan cemburu terhadap Rey. Namun, seiring berjalannya waktu, ia belajar untuk lebih percaya dan dewasa dalam menghadapi hubungan tersebut.

“Mungkin kalau awal-awal nikah ada rasa takutnya, cuma makin kesini kaya yaudahlah serahin aja sama yang di atas,” kata Dinda dalam sebuah podcast.

Ia juga menyebutkan bahwa rasa cemburunya semakin berkurang seiring dengan usaha untuk menjadi istri yang lebih baik. Dinda mengaku bahwa sifat posesifnya muncul karena pengalaman masa lalu dan cerita ibunya tentang ayahnya.

“Bisa dibilang kaya gak percayalah sama laki-laki, apalagi aku juga kerja dari dulu jadi ngerasa kayak yaudah,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinda memutuskan menjalani hipnoterapi. Ia mengatakan bahwa proses itu membantunya mengurangi rasa ketidakpercayaan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Makanya aku sendiri yang mau harus coba buat hipnoterapi untuk mengurangi rasa-rasa ketidakpercayaan atau mungkin supaya jadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku hipnoterapi 2 kali,” jelasnya.

Rey Mbayang juga ikut serta dalam proses hipnoterapi bersama Dinda. Menurut Rey, metode ini bukanlah aib, melainkan cara mereka untuk saling memahami dan memperbaiki diri.

“Kita berdua bareng hipnoterapi. Jadi bagaimana cara Dinda ke aku dan bagaimana aku juga ke dia karena pastikan aku banyak salahnya juga, jadi selagi tujuannya baik kita hipno bareng,” katanya.

Hipnoterapi yang dilakukan oleh psikolog yang sama memberikan manfaat besar bagi hubungan mereka. Rey menekankan bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang memalukan, tetapi upaya untuk saling mengenal dan memperbaiki diri.

Kesepakatan tentang Adegan Mesra saat Akting

Sebagai aktor, Dinda Hauw dan Rey Mbayang memiliki kesepakatan khusus jika harus berakting dengan lawan jenis. Aturan ini dibuat atas dasar kesadaran bersama, bukan paksaan dari satu pihak.

“Bukan aku ke Dinda, Dinda ke aku sih. Lebih ke rules ke kita sama kitanya sendiri,” ujar Rey Mbayang.

Dinda Hauw pun membenarkan adanya batasan tersebut. Meskipun demikian, ia tetap ingin bekerja bersama Rey Mbayang, terutama karena anak-anak mereka masih kecil.

“Iya, soalnya kan ya pengennya kan apalagi anak-anak masih pada kecil kan. Jadi ya pengennya kalau bisa ya berdua gitu,” ujarnya.

Namun, Dinda juga menjelaskan bahwa ia memiliki batasan tertentu dalam adegan mesra. Ia masih bisa menerima sentuhan tangan, tetapi tidak untuk adegan yang lebih intim.

“Tapi ya kalau untuk yang udah cium, yang... itu udah... (Nggak),” tegasnya.

Dinda mengatakan bahwa batasan ini dibuat untuk menjaga anak-anak mereka. “Mereka (anak-anak) akan terus bertumbuh dan lama-lama kan mengerti ya bagaimana cara kerja mamanya, tempat bekerjanya seperti apa gitu. Jadi kita lebih menjaga buat anak-anak aja sih.”

Gaya Hidup yang Menjaga Keharmonisan

Keberhasilan pernikahan Dinda dan Rey Mbayang juga didukung oleh gaya hidup mereka. Keduanya lebih suka menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, yang secara alami mengurangi potensi konflik.

“Karena kita tuh sebenarnya jarang, jarang juga sih, Kak. Soalnya memang anak rumahan, terus kedua tuh kita emang udah sama-sama kasih pengertian gitu loh,” ujar Dinda.

Status sebagai orang tua membuat Dinda dan Rey lebih sadar akan tanggung jawab. Mereka saling mawas diri dan menjaga komunikasi yang baik.

“Kalau misalnya kita kayak gini tuh kita udah punya anak nih, jadi kita tahu nih harus gimana-gimana gitu. Jadi emang kita udah mawas diri masing-masing,” pungkasnya.

Dengan segala usaha dan komitmen yang mereka lakukan, Dinda Hauw dan Rey Mbayang menunjukkan bahwa pernikahan yang harmonis membutuhkan kerja sama dan kepercayaan. Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa kesetiaan, komunikasi, dan usaha bersama bisa menjaga cinta tetap kuat meski menghadapi tantangan.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default